Senin, 24 September 2012

Berpikir Kreatif



Kreativitas menjadi sangat penting karena :
1.      Wirausahawan yang kreatif dapat meluncurkan produk yang belum pernah dibuat dipasar.
2.      Dengan menjadi manusia yang kreatif Anda bukannlah peniru, melainkan pemimpin. Pemimpin pasar adalah orang yang disegani dengan selalu menjadi benchmark.
3.      First Mover Advantage. Dengan menjadi manusia yang kreatif, Anda akan memiliki keunggulan sebagai the first mover. Mereka yang merintis akan menjadi market leader dan selalu siap dengan gagasan-gagasan baru.

4.      Persaingan akan membuat jalan yang dilewati seorang usahawan semakin sempit dan banyak jalan yang semula terbuka lebar kelak akan ditutup oleh pesaing-pesaing baru. Oleh karena itu, dibutuhkan kreativitas. Kreativitas juga berarti mencari cara atau jalan keluar baru, membuka terobosan-terobosan dan menciptakan perbedaan-perbedaan yang menonjol dan disukai pasar.
5.      Resiko adalah bagian dari kehidupan seorang usahawan sehari-hari. Resiko berujung pada aspek finansial yang dapat mematikan usaha, yang tidak bisa diatasi bahkan dapat merusak reputasi dan kepercayaan terhadap diri Anda. Hanya manusia kreatif yang dapat lolos dari bencana dan kerugian. Kreativitas membuat Anda mampu menembus pintu-pintu baja kesulitan.
6.      Kreativitas menghubungkan titik yang terpisah dan terisolasi. Orang yang kreatif mampu menyatukan “mozaik” yang menjadi sebuah kode rahasia yang mengandung arti untuk membuka pintu rahasia kesulitan.
 
Hambatan Kreativitas :
James L. Adams dalam bukunya Conceptual Blockbusting (1986) telah mengidentifikasikan hambatan kreativitas tersebut dalam bentuk klasifikasi sebagai berikut :
a.    Hambatan Persepsi
Hambatan persepsi merupakan hambatan yang membuat manusia sulit mempersepsikan masalah atau menangkap informasi yang relevan. Beberapa jenis hambatan kreativitas ini adalah hambatan stereotip, terlalu banyak atau terlalu sedikit informasi.

b.   Hambatan Emosi
Hambatan Emosi dapat mengganggu kemampuan seseorang memecahkan masalah melalui berbagai cara. Beberapa jenis hambatan kreativitas yang tergolong dalam hambatan emosi dan contoh-contohnya adalah sebagai berikut:
-       Takut mengambil resiko
-       Berani menghadapi ketidakpastian
-       Lebih suka menilai daripada menghasilkan gagasan baru
-       Kurang tantangan
-       Terburu-terburu

c.    Hambatan Kultural
Hambatan kultural dapat menjangkiti seseorang bila ia dihadapkan pada seperangkat pola kultural dilingkungannya. Salah satu jenis hambatan kultural yang paling umum adalah takut untuk tampil berbeda dari yang lain, atau takut mengambil tindakan/mengemukakan gagasan yang kemungkinan bakal dianggap kontroversial.

d.   Hambatan Lingkungan
Hambatan lingkungan merupakan hambatan kultural yang lebih luas. Beberapa elemen penghambat misalnya:
-       Tidak ada kerjasama dan rasa saling percaya antara tim kerja
-       Atasan bersikap otoriter, tidak menghargai pendapat orang lain
-       Gangguan rutin, misalnya telepon, tamu yang tak putus-putus, ruang kerja yang riuh rendah
-       Kurangnya dukungan untuk mematangkan gagasan
-       Budaya kebersamaan (solidaritas) atau anti persaingan

e.    Hambatan Intelektual
Hambatan intelektual biasanya disebabkan oleh sikap mental yang tidak efisien atau keengganan untuk menggunakan pendekatan baru, misalnya:
-       Kecenderungan yang sangat kuat untuk mempertahankan tradisi, menggunakan metode atau cara yang dulu pernah terbukti efektif.
-       Terlalu mengandalkan logika
-       Enggan menggunakan intuisi
-       Terlalu mengandalkan statistik dan pengalaman masa lalu, sehingga gagasan-gagasan baru terlalu cepat diuji secara mental.

Fogler dan LeBlanc (2000) menambahkan satu faktor hambatan lagi berupa Hambatan Ekspresif, yaitu ketidakmampuan seseorang untuk mengkomunikasikan gagasan baik secara lisan maupun tertulis.

Teknik Meningkatkan Kreativitas
Selain menggunakan latihan memfokuskan pikiran yang bersifat soft skill, maka pola pokir kreatif bisa ditinggalkan dengan teknik CREATE dan teknik VISUAL. Teknik CREATE adalah :
Combination        : membuat kombinasi baru
Random               : menggunakan input yang random
Elimination           : membuat eliminasi
Alternative           : menggunakan alternatif
Turn Around        : mencoba cara pikir terbalik
Extreme                : ekstrim kasus

Adapun teknik visual berhubungan dengan Seeing, Imagining, dan Drawing.
 
 

0 komentar:

Posting Komentar