Jumat, 14 Oktober 2011

Buku Harian, Buku Besar, dan Neraca Percobaan pada Akuntansi

BUKU HARIAN
            Buku harian adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi koperasi secara ringkas, permanen, dan lengkap serta disusun secara kronologis untuk referensi di masa mendatang. Dalam konteks pembukuan, buku harian merupakan catatan transaksi keuangan dengan dua cirri, yakni deskriptif (tertib-kejadian) dan kronologis (tertib-waktu). Buku harian kadang-kadang disebut pula buku masukkan asli (book of original entry). Perincian buku harian harus dimasukkan secara resmi ke dalam jurnal untuk memudahkan proses penghantaran (posting) ke buku besar.
            Ada 5 macam buku harian, antara lain :
1.      Buku harian penjualan
Buku harian ini digunakan ntuk mencatatkan semua faktur penjualan.
2.      Buku harian kredit penjualan
Buku harian kredit penjualan digunakan untuk mencatatkan semua nota kredit penjualan.
3.      Buku harian pembelian
Buku harian pembelian digunakan untuk mencatatkan semua faktur pembelian.
4.      Buku harian kredit pembelian
Buku harian kredit pembelian digunakan untuk mencatat semua nota kredit pembelian.
5.      Buku harian kas
Buku harian kas biasa dikenal sebagai buku kas yang digunakan untuk mencatatkan semua dana yang diterima ataupun dikeluarkan. Buku harian kas dibagi ke dalam dua jenis, yakni buku harian penerimaan untuk uang yang diterima, dan buku harian pengeluaran untuk uang yang dikeluarkan.
Secara umum buku harian berbentuk empat kolom. Kolom pertama yaitu tanggal berfungsi untuk mencatat tanggal transaksi. Kolom kedua yaitu keterangan berfungsi untuk mencatat keterangan dari transaksi. Kolom ketiga yaitu ref berguna untuk mencatat referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat yaitu jumlah, dibagi menjadi dua kolom, yaitu kolom debet dan kolom kredit berguna untuk mencatat nilai transaksi.

BUKU BESAR

            Buku besar adalah buku utama pencatatan transaksi keuangan yang mengkonsolidasikan masukkan dari semua jurnal akuntansi. Buku besar juga merupakan dasar pembuatan laporan neraca dan laporan laba/rugi. Buku besar dapat memberikan informasi saldo ataupun nilai transaksi untuk setiap kode perkiraan dalam suatu periode akuntansi tertentu.
            Buku besar dikenal juga sebagai buku masukkan akhir. Catatan semua akun, masing-masing dicatat pada halaman terpisah dengan neracanya. Tidak seperti jurnal yang menampilkan semua transaksi keuangan tanpa neraca, buku besar mengikhtisarkan nilai-nilai dari satu jenis transaksi keuangan per akun, yang menjadi dasar bagi lembaran neraca dan rekening pendapatan.
            Buku besar dibagi menjadi 3, antara lain :
1.      Buku Besar Konsumen
Buku besar konsumen digunakan untuk transaksi keuangan dengan seorang konsumen (juga disebut buku besar penjualan).
2.      Buku Besar Pemasok
Buku besar pemasok digunakan untuk transaksi keuangan dengan seorang pemasok (juga disebut buku besar pembelian).
3.      Buku Besar Umum (nominal)
Buku besar umum digunakan untuk menyajikan modal, hutang, pendapatan, dan pengeluaran.


Bentuk Akun buku besar sederhana adalah bentuk T.





Bentuk Akun buku besar T yang cukup lengkap berbentuk sebagai berikut :


                                                Nama Rekening……………No. ………
                                                                                             Debet                                             Kredit
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  
Tgl. 
Keterangan  
Ref. 
Jumlah  

























Ø  Bagian Referensi mengacu pada pencatatan dalam jurnal yaitu halaman jurnal pada saat transaksi dicatat.
Ø  Proses posting mengacu ke pencatatan Debet atau Kredit pada jurnal yaitu bila dalam jurnal dicatat dalam sisi debet dari suatu perkiraan tertentu maka dalam perkiraan Buku Besar untuk perkiraan yang sama juga harus didebet.

NERACA PERCOBAAN
            Neraca percobaan adalah sebuah daftar akun beserta neraca debit dan kreditnya atau daftar semua buku besar dengan saldonya. Daftar ini dibuat untuk menguji keseimbangan debet dan kredit saldo buku besar pada akhir suatu periode. Neraca percobaan tersebut juga dipakai sebagai dasar untuk membuat laporan keuangan karena neraca percobaan berisi informasi yang diperlukan untuk membuat ikhtisar rugi laba, neraca dan modal pemilik. Neraca percobaan terdiri dari tiga kolom. Kolom pertama memuat nama perkiraan buku besar. Kolom kedua memuat jumlah debit dari perkiraan yang bersangkutan. Kolom ketiga memuat jumlah kredit dari perkiraan yang bersangkutan.
            Keuntungan menggunakan neraca percobaan ini adalah :
1)      Neraca ini dapat mengungkap kesalahan matematik, karena total debit harus sama total kredit
2)      Neraca ini menjadi panduan dalam persiapan laporan keuangan

Namun perlu dicatat, bahwa bagaimanapun, neraca percobaan ini tidak dapat mendeteksi setiap jenis kesalahan.  
Apa yang dapat dilakukan jika sebuah neraca percobaan tidak terbukti? Langkah berikut ini!!
Secara umum dapat membantu menemukan kesalahan-kesalahan tersebut dengan lebih cepat!
1)- Tambahkan neraca-neraca sekali lagi dan tentukan di mana letak perbedaannya.
2)- Cek apakah kesalahan tersebut berupa perubahan, terselip, atau berupa kesalahan matematik. 3)- Bandingkan keseimbangan dalam buku besar dengan keseimbangan dalam neraca percobaan. 4)- Hitung lagi tiap keseimbangan neraca dalam buku besar.
5)- Cek setiap pencatatan dalam buku besar dengan mengacu kembali pada jurnal.
6)- Saat satu kesalahan ditemukan (atau bagian dari kesalahan), tambahkan kembali semua debit dan kredit untuk mengecek apakah sekarang keduanya seimbang.

0 komentar:

Poskan Komentar